PENDAHULAN
SIM (Sistem Informasi Manajemen) sangatlah erat kaitannya terutama pada komponen-komponen yang ada didalamnya.
Sebelum kita membahas apa saja komponen yang ada didalam SIM (Sistem Informasi Manajemen),terlebih dahulu kita harus tau pengertian dari komponennya itu apa?
Berikut ini saya akan menjelaskan pengertian komponen pendukung SIM (Sistem Informasi Manajemen), serta apa saja komponen-komponen pendukung yang ada pada SIM (Sistem Informasi Manajemen), pada kolom pembahasan.
TINJAUAN PUSTAKA
Komponen-komponen pendukung untuk berjalannya SIM (Sistem Informasi Manajemen) menurut para ahli adalah sebagai berikut :
Mc Leod dan Schell (2004 : 9) mendefinisikan: “Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan”.
Bodnar dan Hopwood (2001 : 1) mendefinisikan: “Sistem adalah kumpulan sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”.
PEMBAHASAN
Komponen Sistem Informasi Manajemen adalah seluruh elemen-elemen yang membentuk suatu sistem informasi. Komponen-komponen ini dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu komponen sistem informasi manajemen secara fungsional dan sistem informasi manajemen secara fisik.
1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional
Yaitu seluruh komponen yang berhubungan dengan penyajian informasi yang dibutuhkan oleh manajemen, yang meliputi :
a. Sistem Administrasi dan Operasional
Sistem ini memilik tugas-tugas yang rutin, pada bagian personalia, administrasi, dan sebagainya sesuai dengan prosedur yang diberlakukannya. Dan sistem ini harus melaksanakan tugasnya dengan teliti agar mengetahui perubahan-perubahan yang ada didalamnya.
b. Sistem Database>
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh beberapa unit organisasi.
c. Manajemen Data
Sebagai media data yang menghubungkan antara komponen sistem informasi dengan database.
2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
Merupakan sejumlah peralatan fisik yang digunakan dalam menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut, dapat meliputi :
a. Perangkat keras :
1) Komputer : CPU, Memory
2) Decoder : Peralatan untuk menyimpan jenis data
3) Telepon
b. Perangkat lunak :
1) Program dari suatu aplikasi data
c. Database :
1) File-file untuk penyimpanan data serta informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer,dll
PENUTUP
Kesimpulan
Saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa ternyata banyak sekali komponen-komponen pendukung pada SIM (Sistem Informasi Manajemen), seperti yang disebutkan diatas, dan semuanya itu berperan sangat penting sebagai motivasi dalam menyajikan suatu informasi yang lebih mendalam.
Saran
Saran saya, agar komponen-komponen yang telah ada sekarang ini bisa ikut membantu terhadap berkembangnya SIM, sebaiknya semua pihak yang bersangkutan bisa mengoptimalkan segala komponen yang ada, guna untuk bisa lebih menghasilkan suatu informasi yang aktual bagi para penerimanya.
REFERENSI
http://blog.re.or.id/komponen-sistem-informasi-manajemen.htm
http://my.opera.com/xragilx/blog/2009/12/31/pengenalan-sistem-informasi-manajemen
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17349/3/Chapter%20II.pdf
file:///C:/Documents%20and%20Settings/user1/Desktop/BAHAN%20TUGAS%20SIM%201/komponen-sistem-informasi-manajemen.htm
http://leoalberto.wordpress.com/2008/11/14/sistem-informasi-manajemen/
http://www.gudangmateri.com/2010/07/komponen-sistem-informasi-manajemen.html
http://hubungansosialsim.blogspot.com/2010/01/komponen-sim.html
http://astie27.wordpress.com/2009/11/04/komponen-sistem-informasi-manajemen/
http://viansari.blogdetik.com/2009/10/23/mengulik-definisi-fungsi-serta-komponen-komponen-sim/
http://antontirta.blogdetik.com/2009/09/14/aplikasi-sistem-informasi-manajemen/
Minggu, 26 September 2010
• Gambaran Umum SIM & Struktur SIM
PENDAHULUAN
Banyak orang yang mungkin mengerti tentang gambaran umum SIM serta struktur-struktur apa saja yang terkandung didalamnya. Tapi kebanyakan orang kurang bisa menjelaskan secara spesifik tentang keberadaan atas semuanya itu. Saya akan coba menjelaskan tentang gambaran umum SIM serta Struktur SIM dengan semampu saya, dengan sumber-sumber yang telah saya dapatkan yang akan saya jelaskan pada kolom Pembahasan.
TINJAUAN PUSTAKA
Banyak sekali gambaran umum serta struktur SIM yang dikemukakan oleh para ahli. Yaitu sebagai berikut :
Menurut Bernard, pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.
Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
PEMBAHASAN
Berikut ini saya akan menjelaskan apa itu Gambaran umum SIM serta Struktur SIM. Saya akan memulai dengan menjelaskan gamabaran umum pada SIM.
a. Gambaran Umum SIM (Sistem Informasi Manajemen)
SIM merupakan kumpulan dari beberapa informasi yang tergantung dari besar-kecilnya suatu organisasi yang ada didalamnya serta terdiri dari sistem-sistem informasi,yaitu sebagai berikut :
1. Sistem informasi akuntansi : yaitu sebuah sistem yang menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan akuntansi yang didalamnya tentunya terdapat banyak informasi yang bermanfaat bagi para penerimanya.
2. Sistem informasi pemasaran : yaitu Marketing information system, mencakup subsistem-subsistem input yang mengumpulkan suatu data bagi database. Dan kegiatannya itu menyediakan informasi untuk penjualan ,promosi penjualan,serta kegiatan-kegiatan penelitian pasar yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Sistem informasi manajemen persediaan : yaitu sistem informasi yang menyediakan sumber informasi yang khususnya dibidang manajemen.
4. Sistem informasi personalia : yaitu sistem informasi yang memungkinkan setiap individu untuk mengumpulkan,menyimpan serta mengambil ide-ide yang bermanfaat bagi setiap individu.
5. Sistem informasi distribusi : yaitu sebuah sistem informasi yang digunakan untuk menyalurkan suatu barang dari produsen ke tangan konsumen, sehingga dapat dikonsumsi oleh para konsumen.
6. Sistem informasi pembelian : yaitu sistem yang digunakan perusahaan melakukan pengadaan suatu produk dari para supplier atau pemasok barang.
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan sumber informasi berdasarkan jenis tingkatan manajemennya.
b. Struktur SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Struktur informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sistem yang terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang diberlakukan. Serta sistem informal adalah sistem yang berlaku pada lingkungan organisasi yang mempunyai pengaruh cukup kuat pada kehidupan organisasi yang bersangkutan.
PENUTUP
Kesimpulan
Dari gambaran umum serta struktur yang saya buat, maka dapat disimpulkan bahwa, gambaran umum serta struktur SIM erat kaitannya pada pembentukan SIM itu sendiri supaya mampu berjalan dgn semestinya dan juga dapat terkontrol.
Saran
Saran saya sebaiknya, setiap organisasi yang ingin menerapkan SIM ini, harus memperhatikan semua struktur-struktur apa saja yang terdapat dalam SIM, agar semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.
REFERENSI
http://nurul.unsoed.net/2008/12/13/mm-ang-22-mk-sistem-informasi-manajemen/
http://aulsurga.blogdetik.com/2010/03/03/tugas/
http://www.simplearning.co.cc/2009/12/definisi-sistem-informasi-manajemen.html
http://jokoutomone.blogspot.com/2009/11/kata-pengantar-puji-syukur-saya.html
http://nissaajah91.wordpress.com/2010/03/23/makalah-struktur-sistem-informasi-manajemen/
http://ryaluvfian.wordpress.com/2010/01/08/tentang-sim/
http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab1.pdf
http://www.mazdabalikpapan.com/Gambaran-umum-Manajemen.html
http://www.detikpertama.com/topik/modul+perkuliahan+sim+pdf+gambaran+umum
http://ebookbing.com/gamb/gambaran-ppt.html
Banyak orang yang mungkin mengerti tentang gambaran umum SIM serta struktur-struktur apa saja yang terkandung didalamnya. Tapi kebanyakan orang kurang bisa menjelaskan secara spesifik tentang keberadaan atas semuanya itu. Saya akan coba menjelaskan tentang gambaran umum SIM serta Struktur SIM dengan semampu saya, dengan sumber-sumber yang telah saya dapatkan yang akan saya jelaskan pada kolom Pembahasan.
TINJAUAN PUSTAKA
Banyak sekali gambaran umum serta struktur SIM yang dikemukakan oleh para ahli. Yaitu sebagai berikut :
Menurut Bernard, pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.
Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
PEMBAHASAN
Berikut ini saya akan menjelaskan apa itu Gambaran umum SIM serta Struktur SIM. Saya akan memulai dengan menjelaskan gamabaran umum pada SIM.
a. Gambaran Umum SIM (Sistem Informasi Manajemen)
SIM merupakan kumpulan dari beberapa informasi yang tergantung dari besar-kecilnya suatu organisasi yang ada didalamnya serta terdiri dari sistem-sistem informasi,yaitu sebagai berikut :
1. Sistem informasi akuntansi : yaitu sebuah sistem yang menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan akuntansi yang didalamnya tentunya terdapat banyak informasi yang bermanfaat bagi para penerimanya.
2. Sistem informasi pemasaran : yaitu Marketing information system, mencakup subsistem-subsistem input yang mengumpulkan suatu data bagi database. Dan kegiatannya itu menyediakan informasi untuk penjualan ,promosi penjualan,serta kegiatan-kegiatan penelitian pasar yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Sistem informasi manajemen persediaan : yaitu sistem informasi yang menyediakan sumber informasi yang khususnya dibidang manajemen.
4. Sistem informasi personalia : yaitu sistem informasi yang memungkinkan setiap individu untuk mengumpulkan,menyimpan serta mengambil ide-ide yang bermanfaat bagi setiap individu.
5. Sistem informasi distribusi : yaitu sebuah sistem informasi yang digunakan untuk menyalurkan suatu barang dari produsen ke tangan konsumen, sehingga dapat dikonsumsi oleh para konsumen.
6. Sistem informasi pembelian : yaitu sistem yang digunakan perusahaan melakukan pengadaan suatu produk dari para supplier atau pemasok barang.
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan sumber informasi berdasarkan jenis tingkatan manajemennya.
b. Struktur SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Struktur informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sistem yang terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang diberlakukan. Serta sistem informal adalah sistem yang berlaku pada lingkungan organisasi yang mempunyai pengaruh cukup kuat pada kehidupan organisasi yang bersangkutan.
PENUTUP
Kesimpulan
Dari gambaran umum serta struktur yang saya buat, maka dapat disimpulkan bahwa, gambaran umum serta struktur SIM erat kaitannya pada pembentukan SIM itu sendiri supaya mampu berjalan dgn semestinya dan juga dapat terkontrol.
Saran
Saran saya sebaiknya, setiap organisasi yang ingin menerapkan SIM ini, harus memperhatikan semua struktur-struktur apa saja yang terdapat dalam SIM, agar semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.
REFERENSI
http://nurul.unsoed.net/2008/12/13/mm-ang-22-mk-sistem-informasi-manajemen/
http://aulsurga.blogdetik.com/2010/03/03/tugas/
http://www.simplearning.co.cc/2009/12/definisi-sistem-informasi-manajemen.html
http://jokoutomone.blogspot.com/2009/11/kata-pengantar-puji-syukur-saya.html
http://nissaajah91.wordpress.com/2010/03/23/makalah-struktur-sistem-informasi-manajemen/
http://ryaluvfian.wordpress.com/2010/01/08/tentang-sim/
http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab1.pdf
http://www.mazdabalikpapan.com/Gambaran-umum-Manajemen.html
http://www.detikpertama.com/topik/modul+perkuliahan+sim+pdf+gambaran+umum
http://ebookbing.com/gamb/gambaran-ppt.html
• Definisi dan Fungsi SIM (Sistem Informasi Manajemen)
PENDAHULUAN
Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang definisi serta fungsi SIM (Sistem Informasi Manajemen). Yang mana telah diketahui bahwa SIM merupakan salah satu sub sistem informasi yang berguna untuk meningkatkan produktivitas kriteria mutu yang menyeluruh serta terkoordinasi pada setiap informasi yang akan disampaikan sesuai dengan gaya masing-masing dalam penyampaiannya. Maksudnya adalah setiap sistem informasi yang terkandung didalamnya itu,untuk membantu si penerima dalam apa yang diusahakan untuk dapat memperolehnya. Telah kita ketahui bahwa informasi itu sendiri sangatlah penting dalam segala bidang,contohnya pada perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi,transportasi,dll.
Mengenai fungsi SIM itu banyak sekali kegunaannya salah satunya yaitu untuk memperbaiki produktivitas serta pengembangan tehadap aplikasi sistem manajemen.
Untuk lebih tahu secara detailnya apa itu SIM (Sistem Informasi Manajemen) serta fungsinya, saya akan menjelaskan pada kolom pembahasan.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Pengertian Para Ahlinya, SIM (Sistem Informasi Manajemen) dapat didefinisikan sebagai berikut :
(Abdul Kadir 2002), mendefinisikan sistem informasi manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi.
Menurut Alter dalam Effendy (1989:11), sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Menurut Sanjoyo (2006), .Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam
sebuah organisasi.
Menurut Stoner (1996), SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yag akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian.
PEMBAHASAN
1. Definisi SIM (Sistem Informasi Manajemen)
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang menyediakan sumber informasi yg disediakan dan dikhususkan bagi beberapa para pemakainya untuk kemudian diolah dan menjadi sebuah data yang mungkin bermanfaat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hal ini SIM (Sistem Informasi Manajemen) punya peranan penting,untuk menyajikan sebuah data yang akurat didalam proses pengambilan berbagai keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen.
Mungkin bagi kalangan pada umumnya pernah mendengar istilah definisi SIM (Sistem Informasi Manajemen) sebagai sebuah sistem manusia/mesin yang menyajikan sebuah informasi untuk mendukung fungsi operasional serta manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang baik yaitu yang mampu menyeimbangkan biaya serta manfaat yang diperolehnya untuk menghemat biaya dan meningkatkan pendapatan untuk mendapatkan berbagai informasi,sehingga para pemakainya itu sendiri dapat menghargai tentang informasi yang telah dimilikinya.
2. Fungsi SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Agar informasi yang dihasilkan berguna bagi manajemen ataupun penerimanya, sebaiknya analisis tentang sistem informasinya, harus mengetahui kegiatan tingkatan level manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya agar tidak merugikan pihak lain.
Berikut ini fungsi-fungsi yang terkandung dalam SIM (Sistem Informasi Manajemen), adalah :
1) Mengembangkan proses perencanaan secara efektif
2) Memperbaiki produktivitas serta pengembangan terhadap aplikasi sistem manajemen
3) Mengantisipasi munculnya berbagai teknologi informasi yang baru dalam segala bidang
4) Memahami konsekuensi-konsekuensi informasi dalam suatu manajemen
5) Mendukung disetiap pengambilan keputusan
6) Mengendalikan operasional sistem
PENUTUP
Kesimpulan : Dari kesimpulan yang saya dapat, maka saya dapat menyimpulkan, bahwa definisi SIM serta fungsi SIM sangatlah banyak sekali dan semuanya itu mempunyai peranan penting dalam memajukan SIM.
Saran : Saran saya sebaiknya, kita harus mengetahui betul apa definisi serta fungsi SIM, agar kita juga tidak salah dalam menafsirkannya dalam kehidupan sehari-hari.
REFERENSI
http://hardiyansyah-ahmad.blogspot.com/2008/04/peranan-sistem-informasi- manajemen.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18435/4/Chapter%20II.pdf
file://localhost/C:/Documents%20and%20Settings/user1/Desktop/BAHAN%20TUGAS%20SIM%201/definisi-sim.html
file://localhost/C:/Documents%20and%20Settings/user1/Desktop/BAHAN%20TUGAS%20SIM%201/SISTEM%
http://ivaninternisti.wordpress.com/2010/01/18/pengertian-sistem-informasi-manajemen-sim/
http://adikills.wordpress.com/pengertian-sim/
http://astri.blog.perbanas.ac.id/2009/06/17/definisi-sistem-informasi-manajemen-sim/
http://viansari.blogdetik.com/2009/10/23/mengulik-definisi-fungsi-serta-komponen-komponen-sim/
http://www.simplearning.co.cc/2009/12/definisi-sistem-informasi-manajemen.html
http://wildanzindi.blogspot.com/2009/12/sistem-informasi-manajemen-dan-fungsi.html
Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang definisi serta fungsi SIM (Sistem Informasi Manajemen). Yang mana telah diketahui bahwa SIM merupakan salah satu sub sistem informasi yang berguna untuk meningkatkan produktivitas kriteria mutu yang menyeluruh serta terkoordinasi pada setiap informasi yang akan disampaikan sesuai dengan gaya masing-masing dalam penyampaiannya. Maksudnya adalah setiap sistem informasi yang terkandung didalamnya itu,untuk membantu si penerima dalam apa yang diusahakan untuk dapat memperolehnya. Telah kita ketahui bahwa informasi itu sendiri sangatlah penting dalam segala bidang,contohnya pada perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi,transportasi,dll.
Mengenai fungsi SIM itu banyak sekali kegunaannya salah satunya yaitu untuk memperbaiki produktivitas serta pengembangan tehadap aplikasi sistem manajemen.
Untuk lebih tahu secara detailnya apa itu SIM (Sistem Informasi Manajemen) serta fungsinya, saya akan menjelaskan pada kolom pembahasan.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Pengertian Para Ahlinya, SIM (Sistem Informasi Manajemen) dapat didefinisikan sebagai berikut :
(Abdul Kadir 2002), mendefinisikan sistem informasi manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi.
Menurut Alter dalam Effendy (1989:11), sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Menurut Sanjoyo (2006), .Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam
sebuah organisasi.
Menurut Stoner (1996), SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yag akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian.
PEMBAHASAN
1. Definisi SIM (Sistem Informasi Manajemen)
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang menyediakan sumber informasi yg disediakan dan dikhususkan bagi beberapa para pemakainya untuk kemudian diolah dan menjadi sebuah data yang mungkin bermanfaat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hal ini SIM (Sistem Informasi Manajemen) punya peranan penting,untuk menyajikan sebuah data yang akurat didalam proses pengambilan berbagai keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen.
Mungkin bagi kalangan pada umumnya pernah mendengar istilah definisi SIM (Sistem Informasi Manajemen) sebagai sebuah sistem manusia/mesin yang menyajikan sebuah informasi untuk mendukung fungsi operasional serta manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang baik yaitu yang mampu menyeimbangkan biaya serta manfaat yang diperolehnya untuk menghemat biaya dan meningkatkan pendapatan untuk mendapatkan berbagai informasi,sehingga para pemakainya itu sendiri dapat menghargai tentang informasi yang telah dimilikinya.
2. Fungsi SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Agar informasi yang dihasilkan berguna bagi manajemen ataupun penerimanya, sebaiknya analisis tentang sistem informasinya, harus mengetahui kegiatan tingkatan level manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya agar tidak merugikan pihak lain.
Berikut ini fungsi-fungsi yang terkandung dalam SIM (Sistem Informasi Manajemen), adalah :
1) Mengembangkan proses perencanaan secara efektif
2) Memperbaiki produktivitas serta pengembangan terhadap aplikasi sistem manajemen
3) Mengantisipasi munculnya berbagai teknologi informasi yang baru dalam segala bidang
4) Memahami konsekuensi-konsekuensi informasi dalam suatu manajemen
5) Mendukung disetiap pengambilan keputusan
6) Mengendalikan operasional sistem
PENUTUP
Kesimpulan : Dari kesimpulan yang saya dapat, maka saya dapat menyimpulkan, bahwa definisi SIM serta fungsi SIM sangatlah banyak sekali dan semuanya itu mempunyai peranan penting dalam memajukan SIM.
Saran : Saran saya sebaiknya, kita harus mengetahui betul apa definisi serta fungsi SIM, agar kita juga tidak salah dalam menafsirkannya dalam kehidupan sehari-hari.
REFERENSI
http://hardiyansyah-ahmad.blogspot.com/2008/04/peranan-sistem-informasi- manajemen.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18435/4/Chapter%20II.pdf
file://localhost/C:/Documents%20and%20Settings/user1/Desktop/BAHAN%20TUGAS%20SIM%201/definisi-sim.html
file://localhost/C:/Documents%20and%20Settings/user1/Desktop/BAHAN%20TUGAS%20SIM%201/SISTEM%
http://ivaninternisti.wordpress.com/2010/01/18/pengertian-sistem-informasi-manajemen-sim/
http://adikills.wordpress.com/pengertian-sim/
http://astri.blog.perbanas.ac.id/2009/06/17/definisi-sistem-informasi-manajemen-sim/
http://viansari.blogdetik.com/2009/10/23/mengulik-definisi-fungsi-serta-komponen-komponen-sim/
http://www.simplearning.co.cc/2009/12/definisi-sistem-informasi-manajemen.html
http://wildanzindi.blogspot.com/2009/12/sistem-informasi-manajemen-dan-fungsi.html
Sabtu, 10 April 2010
TENTANG KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Sejarah komunikasi
Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].
Pada binatang, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi".
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.
Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
• Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
• Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
• Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")
Proses komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan
1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Teknologi komunikasi
Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.
Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa "halo" merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.
Batasan dalam komunikasi
Batasan dalam komunikasi termasuk:
1. Bahasa
2. Penundaan waktu
3. Politik
Hambatan-hambatan dalam Berkomunikasi
Suatu ketika keluarga kecil yang memiliki anak berumur lebih kurang tiga tahun pulang kampung mengunjungi orang tuanya. Betapa senang hati si nenek karena mendapat kunjungan dari anak dan cucunya. Mereka bermain dan bercengkrama bersama hingga sore hari. Merekapun bermaksud untuk kembali pulang kerumah. Karena si nenek masih rindu dan ingin bermain dengan cucunya, maka si nenek meminta agar si cucu tinggal dan tidur bersamanya. Akhirnya karena si nenek mendesak dan si cucupun mau, maka jadilah si cucu menginap di rumah nenek dan kedua orang tuanya pun pulang
Tengah malam, si cucu terbangun dari tidurnya ingin buang air kecil. Lalu dia membangunkan neneknya. “Nek bangun nek, aku mau nyanyi”. ( rupanya si cucu sudah terbiasa dengan orang tuanya klo mau buang air bilang mau nyanyi). Si nenekpun bangun dan berkata: “Cu, ini kan udah malam, besok aja nyanyinya ya”. Lalu merekapun tidur lagi.
Tidak berapa lama, si cucupun terbangun karena sudah gak tahan mau buang air kecil. “nek bangun nek, aku mau nyanyi”, si cucu terus merengek kepada neneknya. Karena gak tahan dengan rengekan cucunya maka si nenek berkata: “baiklah, kamu nyanyinya di teliga nenek saja ya”. Kontan si cucupun mengencingi telinga neneknya. Dan nenekpun terpaksa menahan marahnya. Rupanya orang tua si cucu lupa memberitahukan kepada si nenek kalau si cucu mau buang air dia akan bilang mau nyanyi.
Demikianlah sebuah anekdot yang berhubungan dengan hambatan dalam beromunikasi. Banyak hal yang bisa menghambat untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel sebagaimana yang dikutip oleh Herujito (2001), ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
Itulah beberapa hal yang dapat menghambat terjadinya komunikasi yang efektif. dari anekdot tadi dapat kita lihat bahwa kata “nyanyi” di artikan berbeda antara si nenek dengan si cucu. Nenek mengartikan kata nyanyi dengan arti sebenarnya, sedangkan si cucu, -karena telah biasa menggunakan kata nyanyi untuk buang air kecil-, mengartikan “nyanyi” sebagai buang air kecil.
Semoga kita bisa meminimalisir hambatan-hambatan tersebut, sehingga komunikasi yang efektif bisa terjadi.
cara berkomunikasi yang baik
Ada 12 cara berkomunikasi yang baik yaitu :
1. Berbicaralah dengan jelas.
2. Dengarkanlah apa yang diucapkan lawan bicaramu dan berikan respon yang baik. Pandanglah lawan bicaramu.
3. Peliharalah kontak mata pada tingkatan yang sama-sama antara terus menatap dengan saling menghindari tatapan. Cobalah menangkap petunjuk-petunjuk tentang bagaimana yang leluasa bagi lawan bicaramu.
4. Berupayalah semampumu untuk memahami apa maksud lawan bicaramu, kalau ada sesuatu yang tidak kamu pahami, tanyakanlah.
5. Pekalah terhadap bahasa tubuh dan petunjuk-petunjuk lisan-punyamu maupun lawan bicaramu. Tampillah peka dan berminat. Amatilah tanda-tanda kalau lawan bicaramu kehilangann minat, ingin mengubah topiknya atau perlu mengakhiri percakapannya.
6. Berikanlah umpan baik kalau diminta. Mintalah juga umpan balik.
7. Berikanlah contoh-contoh untuk mendukung apa maksudmu.
8. Berikanlah pendapatmu kalau diminta.
9. Bergantianlah berbicara.
10. Sesuaikanlah tingkat dan bahasa lawan bicaramu. Umpamanya, kamu tentu akan berbicara dengan cara yang berbeda kepada seorang anak daripada kepada seorang dewasa (gunakan kata-kata dan kalimat yang sederhana, bukan omongan bayi).
11. Dengarkanlah permintaan lawan bicaramu (ini tidak selalu datang dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan langsung).
12. Gunakan intuisimu. Terkadang kata-kata tidak perlu dan kamu bisa berkomunikasi dengan perasaan, ekspresi, gerak-gerik.
Larangan yang perlu diingat
1. Jangan terlalu ingin tahu
2. Jangan bergosip
3. Jangan menginterupsi
4. Jangan mengganti topiknya.
5. Jangan menentang atau mengoreksi apa yang dikatakan lawan bicaramu.
6. Jangan sesumbar
7. Jangan tertidur.
sumber : -wikipedia
-http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/10/13/hambatan-hambatan-dalam- komunikasi/
-http://abihafiz.wordpress.com/2009/02/18/12-cara-berkomunikasi-yang-baik/
Sejarah komunikasi
Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].
Pada binatang, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi".
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.
Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
• Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
• Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
• Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")
Proses komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan
1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Teknologi komunikasi
Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.
Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa "halo" merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.
Batasan dalam komunikasi
Batasan dalam komunikasi termasuk:
1. Bahasa
2. Penundaan waktu
3. Politik
Hambatan-hambatan dalam Berkomunikasi
Suatu ketika keluarga kecil yang memiliki anak berumur lebih kurang tiga tahun pulang kampung mengunjungi orang tuanya. Betapa senang hati si nenek karena mendapat kunjungan dari anak dan cucunya. Mereka bermain dan bercengkrama bersama hingga sore hari. Merekapun bermaksud untuk kembali pulang kerumah. Karena si nenek masih rindu dan ingin bermain dengan cucunya, maka si nenek meminta agar si cucu tinggal dan tidur bersamanya. Akhirnya karena si nenek mendesak dan si cucupun mau, maka jadilah si cucu menginap di rumah nenek dan kedua orang tuanya pun pulang
Tengah malam, si cucu terbangun dari tidurnya ingin buang air kecil. Lalu dia membangunkan neneknya. “Nek bangun nek, aku mau nyanyi”. ( rupanya si cucu sudah terbiasa dengan orang tuanya klo mau buang air bilang mau nyanyi). Si nenekpun bangun dan berkata: “Cu, ini kan udah malam, besok aja nyanyinya ya”. Lalu merekapun tidur lagi.
Tidak berapa lama, si cucupun terbangun karena sudah gak tahan mau buang air kecil. “nek bangun nek, aku mau nyanyi”, si cucu terus merengek kepada neneknya. Karena gak tahan dengan rengekan cucunya maka si nenek berkata: “baiklah, kamu nyanyinya di teliga nenek saja ya”. Kontan si cucupun mengencingi telinga neneknya. Dan nenekpun terpaksa menahan marahnya. Rupanya orang tua si cucu lupa memberitahukan kepada si nenek kalau si cucu mau buang air dia akan bilang mau nyanyi.
Demikianlah sebuah anekdot yang berhubungan dengan hambatan dalam beromunikasi. Banyak hal yang bisa menghambat untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel sebagaimana yang dikutip oleh Herujito (2001), ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
Itulah beberapa hal yang dapat menghambat terjadinya komunikasi yang efektif. dari anekdot tadi dapat kita lihat bahwa kata “nyanyi” di artikan berbeda antara si nenek dengan si cucu. Nenek mengartikan kata nyanyi dengan arti sebenarnya, sedangkan si cucu, -karena telah biasa menggunakan kata nyanyi untuk buang air kecil-, mengartikan “nyanyi” sebagai buang air kecil.
Semoga kita bisa meminimalisir hambatan-hambatan tersebut, sehingga komunikasi yang efektif bisa terjadi.
cara berkomunikasi yang baik
Ada 12 cara berkomunikasi yang baik yaitu :
1. Berbicaralah dengan jelas.
2. Dengarkanlah apa yang diucapkan lawan bicaramu dan berikan respon yang baik. Pandanglah lawan bicaramu.
3. Peliharalah kontak mata pada tingkatan yang sama-sama antara terus menatap dengan saling menghindari tatapan. Cobalah menangkap petunjuk-petunjuk tentang bagaimana yang leluasa bagi lawan bicaramu.
4. Berupayalah semampumu untuk memahami apa maksud lawan bicaramu, kalau ada sesuatu yang tidak kamu pahami, tanyakanlah.
5. Pekalah terhadap bahasa tubuh dan petunjuk-petunjuk lisan-punyamu maupun lawan bicaramu. Tampillah peka dan berminat. Amatilah tanda-tanda kalau lawan bicaramu kehilangann minat, ingin mengubah topiknya atau perlu mengakhiri percakapannya.
6. Berikanlah umpan baik kalau diminta. Mintalah juga umpan balik.
7. Berikanlah contoh-contoh untuk mendukung apa maksudmu.
8. Berikanlah pendapatmu kalau diminta.
9. Bergantianlah berbicara.
10. Sesuaikanlah tingkat dan bahasa lawan bicaramu. Umpamanya, kamu tentu akan berbicara dengan cara yang berbeda kepada seorang anak daripada kepada seorang dewasa (gunakan kata-kata dan kalimat yang sederhana, bukan omongan bayi).
11. Dengarkanlah permintaan lawan bicaramu (ini tidak selalu datang dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan langsung).
12. Gunakan intuisimu. Terkadang kata-kata tidak perlu dan kamu bisa berkomunikasi dengan perasaan, ekspresi, gerak-gerik.
Larangan yang perlu diingat
1. Jangan terlalu ingin tahu
2. Jangan bergosip
3. Jangan menginterupsi
4. Jangan mengganti topiknya.
5. Jangan menentang atau mengoreksi apa yang dikatakan lawan bicaramu.
6. Jangan sesumbar
7. Jangan tertidur.
sumber : -wikipedia
-http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/10/13/hambatan-hambatan-dalam- komunikasi/
-http://abihafiz.wordpress.com/2009/02/18/12-cara-berkomunikasi-yang-baik/
TENTANG P.O.A.C
Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut akan kami jelaskan masing masing point tersebut :
Planning
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. (Al Anfaal ayat 60)
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.
Organizing
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”. (Ash Shaff ayat 4).
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Actuating
“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah 105).
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
Controlling
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Al Qaaf 16-18).
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
sumber:http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/poac-planning-organizing-actuating-and.html
Planning
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. (Al Anfaal ayat 60)
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.
Organizing
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”. (Ash Shaff ayat 4).
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Actuating
“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah 105).
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
Controlling
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Al Qaaf 16-18).
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
sumber:http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/poac-planning-organizing-actuating-and.html
TENTANG BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi tumbuh dari waktu ke waktu. Orang merasa nyaman dengan budaya organisasi yang baru. Bagi orang yang mempertimbangkan perubahan budaya, biasanya kejadian yang signifikan harus terjadi. Kejadian yang mengguncang dunia mereka, seperti kebangkrutan, kehilangan sales dan konsumen yang signifikan, atau rugi jutaan dollar, akan menarik perhatian banyak orang.
Bahkan sekalipun, untuk mengetahui bahwa budaya organisasi adalah oknumnya dan mengambil langkah untuk mengubahnya, ini juga merupakan perjalanan yang berat. Berikut adalah ide-ide terbaik yang bisa membantu organisasi Anda tumbuh dan bertransformasi.
Ketika orang-orang dalam organisasi menyadari dan mengetahui bahwa budaya organisasi perlu dirubah untuk mendukung keberhasilan dan kemajuan organisasi, perubahan bisa terjadi. Tapi perubahan tidak cukup dan perubahan tidak mudah dilakukan.
Kabar baiknya? Perubahan budaya organisasi adalah hal yang memungkinkan. Perubahan budaya memerlukan pemahaman, komitmen, dan alat.
Langkah-langkah dalam perubahan budaya
Ada tiga langkah penting yang dilakukan dalam perubahan budaya organisasi.
1. Sebelum organisasi bisa merubah budayanya, pertama harus memahami budaya yang ada, atau menggunakan cara yang ada saat ini.
2. Setelah memahami budaya organisasi yang ada saat ini, organisasi Anda dimasa datang, dan putuskan bagaimana budaya organisasi bisa mendukung kesuksesan. Visi apa yang dimiliki organisasi untuk masa depannya dan bagaimana seharusnya perubahan budaya bisa mendukung pemenuhan visi tersebut?
3. Terakhir, individu dalam organisasi harus memutuskan untuk merubah perilaku mereka untuk menciptakan budaya organisasi yang diinginkan. Ini adalah langkah tersulit dalam perubahan budaya.
Rencanakan Budaya Organisasi yang diinginkan
Organisasi harus merencanakan kemana tujuan mereka sebelum mencoba membuat perubahan dalam budaya organisasi. Dengan gambaran yang jelas dimana arah perusahaan, organisasi bisa merencanakan kemana arah selanjutnya.
Misi, visi, dan nilai: untuk memberikan kerangka penilaian dan evaluasi budaya organisasi, organisasi Anda harus mengembangkan gambaran masa depan yang diinginkan. Apa yang ingin diciptakan organisasi dimasa datang? Misi, visi, dan nilai harus diuji, baik strateginya dan nilai yang berdasarkan komponen organisasi. Tim manajemen Anda harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. apa 5 nilai terpenting yang ingin Anda lihat untuk mewakili budaya organisasi Anda?
b. apakah nilai-nilai ini sesuai dengan budaya organisasi saat ini? apakah mereka ada? Jika tidak, mengapa tidak? Jika mereka tidak begitu penting mengapa? Jika mereka sangat penting, mengapa Anda tidak mencapai nilai-nilai ini?
c. apa yang diperlukan untuk menciptakan budaya yang diinginkan oleh organisasi? Anda tidak bisa mengubah budaya organisasi tanpa mengetahui kemana organisasi ingin berada atau elemen apa dalam budaya organisasi yang perlu diubah. Elemen-elemen budaya apa yang mendukung keberhasilan organisasi Anda, atau tidak? Misalnya, tim Anda memutuskan bahwa Anda terlalu banyak menggunakan waktu untuk saling menyetujui daripada menantang asumsi dan prediksi anggota tim, yang biasanya salah.
Pada contoh kedua, anggota tim manajemen inti, yang seharusnya memimpin perusahaan, menghabiskan waktu team building dengan berbagai anggota tim yang berbeda dengan basis individu, dan menjadi kerusakan fungsi keseluruhan kelompok. Ketiga, karyawan perusahaan seperti membuat keputusan, tapi, sebenarnya, sedang menunggu "berkah" dari pemilik atau pendiri perusahaan yang maju kedepan dengan perusahaan.
Di masing-masing situasi ini, komponen budaya organisasi akan menjaga langkah kedepan perusahaan dengan kesuksesan yang sepadan. Anda harus secara sadar mengidentifikasi hambatan-hambatan budaya dan memutuskan untuk merubahnya.
Namun, dengan mengetahui seperti apa budaya organisasi yang diinginkan belumlah cukup. Organisasi harus menciptakan rencana untuk memastikan bahwa budaya organisasi yang diinginkan menjadi kenyataan.
Merubah budaya organisasi
Lebih sulit untuk merubah budaya sebuah organisasi yang eksis daripada menciptakan budaya didalam organisasi baru. Jika budaya organisasi telah ditetapkan, orang harus melepaskan nilai-nilai lama, asumsi, dan perilaku sebelum mereka belajar yang baru.
Dua elemen terpenting dalam menciptakan perubahan budaya organisasi adalah dukungan eksekutif dan pelatihan.
- Dukungan eksekutif: eksekutif dalam organisasi harus mendukung perubahan budaya, selain dukungan verbal. Mereka harus menunjukkan dukungan perilaku untuk perubahan budaya. Eksekutif harus memimpin perubahan dengan merubah perilaku mereka. Ini sangat penting bagi para eksekut if untuk mendukung perubahan secara konsisten.
- Pelatihan: perubahan budaya tergantung pada perubahan perilaku. Anggota organisasi harus memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka, dan harus tahu bagaimana melakukan kebiasaan baru, setelah ditentukan. Training bisa jadi sangat berguna baik untuk mengkomunikasikan harapan dan mengajarkan kebiasaan baru .
Tambahan dalam perubahan budaya organisasi
Komponen penting lainnya dalam perubahan budaya organisasi adalah :
1. Menciptakan pernyataan nilai dan kepercayaan: gunakan fokus karyawan pada kelompok, dengan departemen untuk meletakkan misi, visi, dan nilai-nilai kedalam kata-kata yang menyatakan pengaruh di masing-masing pekerjaan karyawan. Untuk satu pekerjaan, karyawan menyatakan : "Saya menghidupkan nilai kualitas perawatan pasien dengan mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang diucapkan pasien." Latihan ini akan memberikan pemahaman umum terhadap budaya yang diinginkan yang sebenarnya merefleksikan tindakan yang harus dipenuhi dalam pekerjaan mereka.
2. Mempraktekkan komunikasi yang efektif: membuat semua karyawan mendapatkan informasi terkait dengan proses perubahan budaya organisasi memastikan akan komitmen dan keberhasilan. Dengan mengatakan pada karyawan apa yang diharapkan dari mereka adalah penting untuk perubahan budaya organisasi yang efektif.
3. Review struktur organisasi: perubahan struktur organisasi secara fisik untuk memenuhi keinginan budaya organisasi yang diperlukan. Misalnya, dalam perusahaan kecil, empat unit bisnis yang berbeda berkompetisi dalam hal produk, pelanggan, dan sumber dukungan internal, mungkin tidak akan mendukung penciptaan budaya organisasi yang efektif. Unit-unit ini seperti tidak mendukung kesuksean bisnis secara keseluruhan.
4. Desain ulang pendekatan terhadap reward dan pengakuan: Anda perlu mengubah sistem reward untuk mendorong perilaku penting yang diinginkan dalam budaya organisasi.
5. Review semua sistem kerja Anda, seperti promosi karyawan, manajemen kinerja, dan pemilihan karyawan untuk memastikan mereka sesuai dengan budaya yang diinginkan. Misalnya, Anda tidak bisa memberikan reward kinerja individu jika persyaratan budaya organisasi menentapkan team work. Bonus total eksekutif tidak bisa digunakan sebagai reward sasaran departemennya tanpa mengenali pentingnya peran dia dalam tim eksekutif untuk mencapai tujuan organisasi.
Anda bisa mengubah budaya organisasi untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis Anda. Merubah budaya organisasi memerlukan waktu, komitmen, perencanaan dan pelaksanaan yang tepat - tapi ini bisa dilakukan .
sumber:http://www.pengusahamuslim.com/strategi-bisnis/sumber-daya-manusia/456-bagaimana-mengubah-budaya-anda-perubahan-budaya-organisasi.html
Bahkan sekalipun, untuk mengetahui bahwa budaya organisasi adalah oknumnya dan mengambil langkah untuk mengubahnya, ini juga merupakan perjalanan yang berat. Berikut adalah ide-ide terbaik yang bisa membantu organisasi Anda tumbuh dan bertransformasi.
Ketika orang-orang dalam organisasi menyadari dan mengetahui bahwa budaya organisasi perlu dirubah untuk mendukung keberhasilan dan kemajuan organisasi, perubahan bisa terjadi. Tapi perubahan tidak cukup dan perubahan tidak mudah dilakukan.
Kabar baiknya? Perubahan budaya organisasi adalah hal yang memungkinkan. Perubahan budaya memerlukan pemahaman, komitmen, dan alat.
Langkah-langkah dalam perubahan budaya
Ada tiga langkah penting yang dilakukan dalam perubahan budaya organisasi.
1. Sebelum organisasi bisa merubah budayanya, pertama harus memahami budaya yang ada, atau menggunakan cara yang ada saat ini.
2. Setelah memahami budaya organisasi yang ada saat ini, organisasi Anda dimasa datang, dan putuskan bagaimana budaya organisasi bisa mendukung kesuksesan. Visi apa yang dimiliki organisasi untuk masa depannya dan bagaimana seharusnya perubahan budaya bisa mendukung pemenuhan visi tersebut?
3. Terakhir, individu dalam organisasi harus memutuskan untuk merubah perilaku mereka untuk menciptakan budaya organisasi yang diinginkan. Ini adalah langkah tersulit dalam perubahan budaya.
Rencanakan Budaya Organisasi yang diinginkan
Organisasi harus merencanakan kemana tujuan mereka sebelum mencoba membuat perubahan dalam budaya organisasi. Dengan gambaran yang jelas dimana arah perusahaan, organisasi bisa merencanakan kemana arah selanjutnya.
Misi, visi, dan nilai: untuk memberikan kerangka penilaian dan evaluasi budaya organisasi, organisasi Anda harus mengembangkan gambaran masa depan yang diinginkan. Apa yang ingin diciptakan organisasi dimasa datang? Misi, visi, dan nilai harus diuji, baik strateginya dan nilai yang berdasarkan komponen organisasi. Tim manajemen Anda harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. apa 5 nilai terpenting yang ingin Anda lihat untuk mewakili budaya organisasi Anda?
b. apakah nilai-nilai ini sesuai dengan budaya organisasi saat ini? apakah mereka ada? Jika tidak, mengapa tidak? Jika mereka tidak begitu penting mengapa? Jika mereka sangat penting, mengapa Anda tidak mencapai nilai-nilai ini?
c. apa yang diperlukan untuk menciptakan budaya yang diinginkan oleh organisasi? Anda tidak bisa mengubah budaya organisasi tanpa mengetahui kemana organisasi ingin berada atau elemen apa dalam budaya organisasi yang perlu diubah. Elemen-elemen budaya apa yang mendukung keberhasilan organisasi Anda, atau tidak? Misalnya, tim Anda memutuskan bahwa Anda terlalu banyak menggunakan waktu untuk saling menyetujui daripada menantang asumsi dan prediksi anggota tim, yang biasanya salah.
Pada contoh kedua, anggota tim manajemen inti, yang seharusnya memimpin perusahaan, menghabiskan waktu team building dengan berbagai anggota tim yang berbeda dengan basis individu, dan menjadi kerusakan fungsi keseluruhan kelompok. Ketiga, karyawan perusahaan seperti membuat keputusan, tapi, sebenarnya, sedang menunggu "berkah" dari pemilik atau pendiri perusahaan yang maju kedepan dengan perusahaan.
Di masing-masing situasi ini, komponen budaya organisasi akan menjaga langkah kedepan perusahaan dengan kesuksesan yang sepadan. Anda harus secara sadar mengidentifikasi hambatan-hambatan budaya dan memutuskan untuk merubahnya.
Namun, dengan mengetahui seperti apa budaya organisasi yang diinginkan belumlah cukup. Organisasi harus menciptakan rencana untuk memastikan bahwa budaya organisasi yang diinginkan menjadi kenyataan.
Merubah budaya organisasi
Lebih sulit untuk merubah budaya sebuah organisasi yang eksis daripada menciptakan budaya didalam organisasi baru. Jika budaya organisasi telah ditetapkan, orang harus melepaskan nilai-nilai lama, asumsi, dan perilaku sebelum mereka belajar yang baru.
Dua elemen terpenting dalam menciptakan perubahan budaya organisasi adalah dukungan eksekutif dan pelatihan.
- Dukungan eksekutif: eksekutif dalam organisasi harus mendukung perubahan budaya, selain dukungan verbal. Mereka harus menunjukkan dukungan perilaku untuk perubahan budaya. Eksekutif harus memimpin perubahan dengan merubah perilaku mereka. Ini sangat penting bagi para eksekut if untuk mendukung perubahan secara konsisten.
- Pelatihan: perubahan budaya tergantung pada perubahan perilaku. Anggota organisasi harus memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka, dan harus tahu bagaimana melakukan kebiasaan baru, setelah ditentukan. Training bisa jadi sangat berguna baik untuk mengkomunikasikan harapan dan mengajarkan kebiasaan baru .
Tambahan dalam perubahan budaya organisasi
Komponen penting lainnya dalam perubahan budaya organisasi adalah :
1. Menciptakan pernyataan nilai dan kepercayaan: gunakan fokus karyawan pada kelompok, dengan departemen untuk meletakkan misi, visi, dan nilai-nilai kedalam kata-kata yang menyatakan pengaruh di masing-masing pekerjaan karyawan. Untuk satu pekerjaan, karyawan menyatakan : "Saya menghidupkan nilai kualitas perawatan pasien dengan mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang diucapkan pasien." Latihan ini akan memberikan pemahaman umum terhadap budaya yang diinginkan yang sebenarnya merefleksikan tindakan yang harus dipenuhi dalam pekerjaan mereka.
2. Mempraktekkan komunikasi yang efektif: membuat semua karyawan mendapatkan informasi terkait dengan proses perubahan budaya organisasi memastikan akan komitmen dan keberhasilan. Dengan mengatakan pada karyawan apa yang diharapkan dari mereka adalah penting untuk perubahan budaya organisasi yang efektif.
3. Review struktur organisasi: perubahan struktur organisasi secara fisik untuk memenuhi keinginan budaya organisasi yang diperlukan. Misalnya, dalam perusahaan kecil, empat unit bisnis yang berbeda berkompetisi dalam hal produk, pelanggan, dan sumber dukungan internal, mungkin tidak akan mendukung penciptaan budaya organisasi yang efektif. Unit-unit ini seperti tidak mendukung kesuksean bisnis secara keseluruhan.
4. Desain ulang pendekatan terhadap reward dan pengakuan: Anda perlu mengubah sistem reward untuk mendorong perilaku penting yang diinginkan dalam budaya organisasi.
5. Review semua sistem kerja Anda, seperti promosi karyawan, manajemen kinerja, dan pemilihan karyawan untuk memastikan mereka sesuai dengan budaya yang diinginkan. Misalnya, Anda tidak bisa memberikan reward kinerja individu jika persyaratan budaya organisasi menentapkan team work. Bonus total eksekutif tidak bisa digunakan sebagai reward sasaran departemennya tanpa mengenali pentingnya peran dia dalam tim eksekutif untuk mencapai tujuan organisasi.
Anda bisa mengubah budaya organisasi untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis Anda. Merubah budaya organisasi memerlukan waktu, komitmen, perencanaan dan pelaksanaan yang tepat - tapi ini bisa dilakukan .
sumber:http://www.pengusahamuslim.com/strategi-bisnis/sumber-daya-manusia/456-bagaimana-mengubah-budaya-anda-perubahan-budaya-organisasi.html
TENTANG TEORI ORGANISASI
Teori Organisasi
Ada beberapa macam teori organisasi :
1. Teori Organisasi Klasik
Teori klasik juga sering disebut dengan teori tradisional yang berisi tentang konsep-konsep organisasi mulai tahun seribu delapan ratus (abad 19). Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan,kekuasaan-kekuasaan,tujuan-tuuan,peranan-peranan,kegiatan-kegiatan,komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Kemudian teori klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama,yaitu : teori birokrasi,teori administrasi dan teori manajemen ilmiah.
1. Teori Organisasui Neoklasik
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi yang dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai kelompok kerjanya,atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisai” sebgai sekelompok orang dengan tujuan bersama.
Dalam hal pembagian kerja,teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
a. Partisipasi,yaitu melibatkan semua orang dalam proses pengambilan keputusan.
b. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan pada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
1. Teori Organisasi Modern
Teori modern yang kadang-kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan,yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil,akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
Teori modern berkembang sejak tahun 1950,dalam banyak hal yang mendalam teori modern berbeda dengan teori klasik,perbedaan tersebut antaralain :
* Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi,sedangkan teori organisasi modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
* Teori klasik telah membicarakan konsep koordinasi,skalar dan vertical sedangkan teori modern lebih dinamis daripada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variable yang dipertimbangkan.
Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisai adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable dan probabilistik.Dengan analisa sistem teori organisasi modern mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sling berhubungan, pertanyaan kunci tersebut diantaranya adalah :
a. Apa yang merupakan bagian-bagian strategis sistem
b. Apa yang memyebabkan mereka saling bergantung
c. Proses-proses inti apa yang menghubungkan bagian-bagian secara bersamaan dan memberikan penyesuaian satu sama lain.
d. Tujuan apa yang hendak dicapai melalui sistem
sumber:http://udifq.wordpress.com/2010/02/18/konflik-dalam-organisasi/
Ada beberapa macam teori organisasi :
1. Teori Organisasi Klasik
Teori klasik juga sering disebut dengan teori tradisional yang berisi tentang konsep-konsep organisasi mulai tahun seribu delapan ratus (abad 19). Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan,kekuasaan-kekuasaan,tujuan-tuuan,peranan-peranan,kegiatan-kegiatan,komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Kemudian teori klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama,yaitu : teori birokrasi,teori administrasi dan teori manajemen ilmiah.
1. Teori Organisasui Neoklasik
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi yang dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai kelompok kerjanya,atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisai” sebgai sekelompok orang dengan tujuan bersama.
Dalam hal pembagian kerja,teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
a. Partisipasi,yaitu melibatkan semua orang dalam proses pengambilan keputusan.
b. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan pada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
1. Teori Organisasi Modern
Teori modern yang kadang-kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan,yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil,akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
Teori modern berkembang sejak tahun 1950,dalam banyak hal yang mendalam teori modern berbeda dengan teori klasik,perbedaan tersebut antaralain :
* Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi,sedangkan teori organisasi modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
* Teori klasik telah membicarakan konsep koordinasi,skalar dan vertical sedangkan teori modern lebih dinamis daripada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variable yang dipertimbangkan.
Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisai adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable dan probabilistik.Dengan analisa sistem teori organisasi modern mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sling berhubungan, pertanyaan kunci tersebut diantaranya adalah :
a. Apa yang merupakan bagian-bagian strategis sistem
b. Apa yang memyebabkan mereka saling bergantung
c. Proses-proses inti apa yang menghubungkan bagian-bagian secara bersamaan dan memberikan penyesuaian satu sama lain.
d. Tujuan apa yang hendak dicapai melalui sistem
sumber:http://udifq.wordpress.com/2010/02/18/konflik-dalam-organisasi/
Langganan:
Postingan (Atom)