Selasa, 17 April 2012

Pengenalan Rasio Keuangan Bank

Pengenalan Rasio Keuangan Bank
PENDAHULUAN
Rasio biasa digunakan dalam hal untuk mengukur kinerja keuangan bank adalah rasio solvabilitas (kecukupan modal), rasio profitabilitas, dan rasio likuiditas. Penilaian keputusan berinvestasi dalam pasar modal dan menilai sehat atau tidaknya suatu perusahaan, biasanya yang dinilai adalah kinerja keuangan perusahaan yang bersangkutan. Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dinilai berdasarkan analisis laporan keuangan maupun analisis rasio keuangan perusahaan yang bersangkutan.
LANDASAN TEORI
Teori manajemen keuangan menyediakan banyak variasi indeks untuk mengukur kinerja suatu bank, salah satu diantaranya adalah rasio keuangan. Beberapa studi yang berhubungan dengan penilaian kinerja perusahaan perbankan dengan menggunakan indikator rasio keuangan adalah Thompson (1991), menguji manfaat rasio keuangan dalam memprediksi terjadinya kebangkrutan pada sebuah bank. Payamta dan Mas’ud Machfoedz, (1999) mengukur kinerja keuangan perusahaan perbankan dengan menggunakan berbagai rasio CAMEL (Capital adequacy, Asset quality, Management, Earning, dan Liquidity). Eko Widodo (2001) dalam penelitiannya, menggunakan rasio keuangan untuk mengukur asosiasi likuiditas, struktur modal, dan kualitas aktiva dengan profitabilitas bank.
PEMBAHASAN
Rasio keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interprestasi dana analysis laporan finansial suatu perusahaan.
Jenis rasio keuangan bank
1) Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar peruahaan relativ terhadap hutang lancarnya (hutang dalam hal ini merupakan kewajiban bank).
Suatu bank dikatakan liquid apabila bank bersangkutan dapat memenuhi kewajiban utang-utangnya, dapat membayar kembali semua depositonya, serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Oleh karena itu, bank dapat dikatakan liquid apabila:
a) Bank tersebut memiliki cash assets sebesar kebutuhan yang digunakan untuk
memenuhi likuiditasnya,
b) Bank tersebut memiliki cash assets yang lebih kecil dari kebutuhan likuiditasnya,
tetapi mempunyai aset atau aktiva lainnya (misal surat berharga) yang dapat dicairkan sewaktu-waktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya,
c) Bank tersebut mempunyai kemampuan untuk menciptakan cash asset baru melalui berbagai bentuk hutang.
Rasio yang rendah menunjukkan resiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, yang akan mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan.
Dalam rasio likuiditas, rasio yang dapat diukur antara lain: quick ratio, banking ratio, dan loans to assets ratio.
1) Quick Ratio
Rasio ini untuk mengetahui kemampuan dalam membiayai kembali kewajibannya kepada para nasabah yang menyimpan dananya dengan aktiva lancar yang lebih liquid yang dimilikinya.
2) Banking Ratio/Loan to Deposit Ratio (LDR)
Rasio ini untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah yang telah menanamkan dana dengan kredit-kredit yang telah diberikan kepada para debiturnya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi tingkat likuiditasnya.
3) Loan to Assets Ratio
Rasio ini untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi permintaan para debitur dengan aset bank yang tersedia. Semakin tinggi rasionya semakin rendah tingkat likuiditasnya.

2) Rasio Solvabilitas (Capital)
Rasio permodalan sering disebut juga rasio-rasio solvabilitas atau capital adequacy ratio. Analisis solvabilitas digunakan untuk: 1) ukuran kemampuan bank tersebut untuk menyerap kerugian-kerugian yang tidak dapat dihindarkan, 2) sumber dana yang diperlukan untuk membiayai kegiatan usahanya sampai batas tertentu, karena sumber-sumber dana dapat juga berasal dari hutang penjualan aset yang tidak dipakai dan lain-lain, 3) alat pengukuran besar kecilnya kekayaan Bank tersebut yang dimiliki oleh para pemegang sahamnya, dan 4) dengan modal yang mencukupi, memungkinkan manajemen bank yang bersangkutan untuk bekerja dengan efisiensi yang tinggi, seperti yang dikehendaki oleh para pemilik modal pada bank tersebut. Pada rasio permodalan, dapat diukur antara lain: capital adequacy ratio.

1) Capital Adequacy Ratio (CAR)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan permodalan yang ada untuk menutup kemungkinan kerugian didalam kegiatan perkreditan dan perdagangan surat-surat berharga.
2) Capital to Debt Ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh dana disediakan oleh kreditor.
3) Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas selain bertujuan untuk mengetahui kemempuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya. Pada rasio rentabilitas (keuntungan), rasio yang dapat diukur antara lain: return on assets, biaya operasi/pendapatan operasi, gross profit margin, dan net profit margin.
1) Return On Assets (ROA)
Rasio ini mengukur kemampuan bank didalam memperoleh laba dan efisiensi secara keseluruhan.
2) Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BO/PO)
Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang diperoleh bank. Semakin kecil angka rasio BO/PO, maka semakin baik kondisi bank tersebut. Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang diperoleh bank. Semakin kecil angka rasio BO/PO, maka semakin baik kondisi bank tersebut.

3) Gross Profit Margin
Rasio ini untuk mangetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari operasi usahanya yang murni. Semakin tinggi rasionya, semakin baik hasilnya.
4) Net Profit Margin
Rasio ini untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih sebelum pajak (net income) ditinjau dari sudut pendapatan operasinya.
5) Rasio Resiko Usaha Bank
Setiap jenis usaha selalu dihadapkan pada berbagai resiko, begitu pula didalam bisnis perbankan, banyak pula resiko yang dihadapinya. Resiko-resiko ini dapat pula diukur secara kuantitatif antara lain dengan: deposit risk ratio, dan interest risk rate ratio.
1. Deposit Risk Ratio
Rasio ini memperlihatkan resiko yang menunjukkan kemungkinan kegagalan bank dalam memenuhi kewajiban kepada para nasabah yang menyimpan dananya diukur dengan jumlah permodalan yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.
2. Interest Risk Rate Ratio
Rasio ini memperlihatkan resiko yang mengukur kemungkinan bunga (interest) yang diterima oleh bank lebih kecil dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan oleh bank.
6) Rasio Efisiensi Usaha

Untuk mengukur kinerja manajemen suatu bank apakah telah menggunakan semua faktor produksinya dengan tepat guna dan hasil guna, maka melalui rasio-rasio keuangan disini juga dapat diukur secara kuantitatif tingkat efisiensi yang telah dicapai oleh manajemen bank yang bersangkutan. Rasio-rasio yang digunakan antara lain: leverage multiplier ratio, assets utilazation ratio, dan operating ratio.
1. Leverage Multiplier Ratio
Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen suatu bank didalam mengelola aktiva yang dikuasainya, mengingat atas pengunan aktiva tetap tersebut bank harus mengeluarkan sejumlah biaya yang tetap. Semakin banyak/cepat bank mengelola aktivanya semakin efisien.
2) Assets Utilazation Ratio
Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen suatu bank didalam memanfaatkan aktiva yang dikuasainya untuk memperoleh total income.
3) Operating Ratio.
Rasio ini untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan biaya non operasional yang dikeluarkan bank untuk memperoleh pendapatan.
KESIMPULAN
Rasio biasa digunakan dalam hal untuk mengukur kinerja keuangan bank. Jenis rasio yang digunakan yaitu: rasio solvabilitas (kecukupan modal), rasio profitabilitas, dan rasio likuiditas.
DAFTAR PUSTAKA
- http://akbarginda.wordpress.com/

Minggu, 01 Januari 2012

tulisan tentang aplikasi/modul penjualan(sales)dari software MYOB


Modul Sales


Modul Sales
Fasilitas modul Sales digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang atau jasa, retur
penjualan dan penerimaan yang berhubungan dengan penjualan tersebut. Selain itu, MYOB juga menyediakan tiga pilihan modul penjualan yaitu mulai dari Quote, Order, Invoice, Receive
Payments, dan Transaction Journals. Pada dasarnya pemrosesan data dengan menu Sales hampir sama dengan mengisi faktur penjualan dalam praktik akuntansi secara manual. Dari
Pulldpwn Menu Command Centres> klik Sales> klik Enter Sales, sehingga muncul tampilan seperti gambar berikut ini:

Enter Quotes
Form ini berguna untuk membuat permohonan (Quote) dari pelanggan atas penjualan suatu barang dagangan/item. Transaksi Quote ini tidak akan dijurnal maupun diposting pada catatan akuntansi perusahaan. Jika Anda telah membuat Quote, maka Quote tersebut dapat dijadikan Order atau bahkan bisa juga langsung dijadikan Sales Invoice kepada bagian penjualan/invoicing.

Enter Orders
Form ini berguna untuk membuat pesanan (Order) dari pelanggan atas penjualan
suatu barang dagangan/item. Order penjualan juga bisa dilakukan secara langsung
mengisikannya dari menu Command Centre> klik Sales> klik Enter Sales. Kemudian ubahlah
template menjadi ORDER, selanjutnya isikan data Order (sama dengan cara pengisian Quote)
yang diperlukan seperti: customer, nomor invoice, tanggal, termin dan data item lainnya yang
dipesan. Yang membedakan tampilan Order dengan Quote hanyalah terletak pada bagian
bawah sebelah kanan form ada tambahan isian Paid Today, Payment Method, dan Balance
Due. Untuk menyimpan hasil pembuatan Order tersebut klik Record.


Enter Invoices
Merupakan formulir untuk mencatat penjualan barang atau jasa baik secara tunai maupun
kredit. Untuk mengaktifkannya klik Sales dari jendela Command Centre dilanjutkan dengan
mengklik Enter Sales. Tampilan formulir penjualan barang berbeda dengan faktur untuk penjualan jasa. Proses pencatatan transaksi penjualan dilakukan dengan langkah :
1. Pilih dan klik menu Sales – Enter Sales. Kotak dialog Sales – New Item ditampilkan Jika
tampilan yang muncul bukan Sales – New Item, maka Anda harus klik icon Layout yang ada di
bagian bawah form Sales – ….. dan pilih layout yang dikehendaki apakah Item, Service,
Profesional, Misellaneous atau Time Billing (Versi 13).
2. Klik drop-down dan pilih nama pelanggan pada isian customer, selanjutnya isi data-data
transaksi berikut ini.
• Bagian Ship to : secara otomatis terisi alamat (pembeli) pengiriman barang sesuai dengan
isian pada Customer Card yang bersangkutan.
• Invoice # : diisi atau secara otomatis terisi nomor faktur.
• Date : cek tanggal transaksi, jika tidak sesuai, ketik secara manual tanggal transaksi
tersebut.
• Customer PO # : diisi dengan nomor referensi pemesanan barang dari pelanggan (jika
ada).
• Kolom Ship diisi dengan jumlah barang yang dibutuhkan pembeli.
• Kolom Item Number, diisi dengan kode barang yang dijual dengan cara menempatkan
penunjuk mouse, dilanjutkan menekan enter dan diakhiri memilih kode barang yang
bersangkutan.
• Kolom Description, secara otomatis terisi nama barang sesuai dengan sesuai dengan kode
pada kolom Item Number.
• Kolom Price, secara otomatis terisi harga jual barang (isian Inventory) angka ini dapat
diganti jika tidak sesuai dengan harga jual yang diinginkan.
• Kolom Disc. %, diisi dengan persentase potongan penjualan (jika ada).
• Kolom Total, secara otomatis terisi angka hasil perkalian antara jumlah barang dengan
harga jual (dikurangi potongan).
• Kolom Job, diisi dengan kode job (jika ada).
• Kolom Tax, secara otomatis terisi kode pajak pertambahan nilai/VAT.
• Kotak isian Salesperson : diisi dengan karyawan bagin penjualan (jika ada).
• Kotak isian Comment : diisi dengan komentar yang akan disampaikan kepada pelanggan
(jika ada), komentar ini dibuat melalui menu Sales – Comments & Ship Methods.
• Kotak isian Ship Via : diisi dengan keterangan pengiriman barang (jika ada), keterangan ini
dibuat melalui menu Sales – Comments & Ship Methods
• Promised Date : diisi dengan kesanggupan membayar jika merupakan penjualan kredit
(jika ada).
• Journal Memo : secara otomatis berisi keterangan jurnal transaksi yang bersangkutan
• Kotak isian Freight : diisi ongkos angkut pengiriman barang (jika ada).
• Kolom Tax, secara otomatis terisi angka PPN barang yang dijual.
• Kolom Amount : secara otomatis terisi angka total nilai transaksi yang berasal dari : nilai
barang yang dijual + ongkos angkut penjualan + pajak.
• Paid Today : diisi dengan jumlah uang yang dibayar pembeli atau diterima penjual dari
konsumen.
• Balance Due : secara otomatis terisi angka selisih nilai transaksi (Amount) dengan jumlah
yang dibayar konsumen (Paid Today). Angka ini akan menambah saldo rekening Piutang
Dagang.
3. Klik tombol Record. Proses pencatatan selesai.



Gambar29 – Pencatatan transaksi penjualan barang dagangan





Mencatat Penerimaan dari Konsumen



Penerimaan uang yang dicatat melalui menu Sales adalah semua penerimaan dari konsumen (Receive payment) yang berhubungan langsung dengan penjualan barang atau jasa aktivitas utama perusahaan. Proses pencatatan penerimaan pelunasan Piutang dilakukan dengan langkah berikut ini.
1. Pilih dan klik modul Sales – Receive Payments. Kotak dialog Receive Payments
2. Isi semua data transaksi berikut ini:
• Klik dan pilih salah satu rekening (tipe Detail Cheque atau Detail Credit Card) pada bagian
kiri atas kotak dialog Customer Payment – yang berfungsi untuk menampung penerimaan
pembayaran (Deposit to Account) atau bisa juga pilih Group with Undeposited Funds
tergantung kebijakan akuntansi perusahaan.
• Klik drop-down dan pilih pelanggan yang membayar pada kotak Customer ô€ƒ–, dalam
kasus ini Portable Outlet Centre.
• Pada kotak ID # : secara otomatis terisi kode penerimaan kas (customer receipts)
CR000xxx, jika Anda menghendaki keterangan yang lain isi secara manual pada bagian ini
(misalnya BKM12-1).
• Kotak Date : secara otomatis terisi tanggal sesuai dengan sistem komputer, jika tidak
sesuai bagian ini dapat diedit.
• Kotak Amount Received : isi dengan jumlah yang dibayar oleh pelanggan atau konsumen
dengan cara klik isian ini setelah kolom Amount Received diisikan, maka secara otomatis
langsung terisikan.
• Kotak Memo : secara otomatis terisi penjelasan jurnal, ganti keterangan lain jika Anda
memerlukan.
• Kolom Amount Applied : diisi dengan pendistribusian angka dari kotak isian Amount
Received.
• Finance Charge : diisi dengan banyaknya jumlah denda yang dikenakan perusahaan
kepada pelanggan atas keterlambatan pelunasan piutang yang bersangkutan.
3. Klik tombol Record.
4. Klik tombol Print Later untuk menunda pencetakan faktur atau kredit memo atas diskon
pelunasan yang telah diberikan.

Gambar 30 – Kotak dialog pencetakan faktur/memo kredit


Resensi Software MYOB


MYOB Accounting

MYOB Accounting merupakan paket program komputer untuk olahdata akuntansi yang dibuat secara terpadu (integrated software). Program dibuat oleh MYOB Limited Australia, selanjutnya
software ini telah dipakai dan dikembangkan di beberapa negara lain. MYOB sudah menyediakan chart of account (daftar rekening) siap pakai menggunakan bahasa Inggris untuk 105 jenis perusahan.
Keunggulan MYOB Accounting dibandingkan dengan software sejenis, diantaranya :
·      Mudah digunakan (user friendly), Mudah dimengerti oleh orang awam yang tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang komputer dan akuntansi serta sangat mudah
dioperasikan dan dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha.
·      Pembuatan laporan keuangan secara otomatis, lengkap dan akurat, Terdiri dari berbagai jenis laporan keuangan dibuat secara otomatis, meliputi : neraca saldo, neraca, laporan rugi laba, laporan pembelian dan penjualan, daftar umur piutang, jurnal transaksi, persediaan barang dan sebagainya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
·      Kemampuan menampilkan data secara cepat dan mudah, Dilengkapi dengan fasilitas untuk
menampilkan data secara cepat dan mudah pada layar komputer atau dicetak ke printer.
·      Laporan keuangan komparasi, Menyajikan laporan keuangan komparasi baik neraca, laporan
laba rugi maupun penjualan dengan data historis bulan lalu atau tahun sebelumnya.

Fasilitas MYOB Accounting
Program MYOB dapat digunakan secara efektif dan efisien dengan cara memahami proses
kerja program dalam kaitan dengan proses akuntansi (accounting process). Proses akuntansi
dengan MYOB diawali dengan dicatat data awal perusahaan dan berakhir disusun laporan
keuangan. Adapun penjelasan tentang fungsi masing-masing modul kaitannya dengan proses
akuntansi menggunakan MYOB Accounting adalah sebagai berikut:
Accounts, Fasilitas ini berfungsi untuk mencatat data awal perusahaan berupa pencatatan
rekening, proses pencatatan transaksi dan proses penjurnalan transaksi.
Banking, Berfungsi untuk mencatat Pengambilan dan penyetoran uang , mencetak bukti
transaksi dan laporan keuangan perusahaan yang dalam transaksinya mengunakan modul
Chequebook.
Sales, Berfungsi untuk mencatat jurnal penjualan barang dagangan dan penerimaan
pelunasan piutang dari Customer, menampilkan dan mencetak bukti transaksi serta laporan
termasuk analisis penjualan barang dan jasa.
Time Billing, Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan jasa yang termasuk dalam daftar
aktivitas (activity list) yang dicatat melalui menu Time Billing (untuk MYOB V.13).
Purchases, Berfungsi untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan dan pembayaran
hutang kepada Supplier, menampilkan dan mencetak bukti transaksi serta laporan termasuk
analisis pembelian barang dan jasa.
Payroll, Digunakan untuk mencatat transaksi penggajian karyawan atau pegawai, meliputi
perhitungan gaji pokok, bonus dan perhitungan pajak penghasilan karyawan (untuk MYOB
V.13).
Inventory, Berfungsi untuk mencatat data barang ( yang meliputi no dan nama barang, harga
jual, harga beli, jumlag barang, satuan ) yang diperjual belikan.
Card File, Card File berfungsi untuk mengarsipkan data pelanggan, pemasok, data karyawan
yang terkait dengan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan atau jasa.                                                                                                                                               
























                      Gambar 1 - Command Centre



Format Tanggal dan Simbol Mata Uang
Format tampilan tanggal dan simbol mata uang (currency) seperti $ dan Rp mengikuti
Setting Windows yang digunakan. Format tanggal dan satuan mata uang dapat diubah sesuai dengan setting yang diinginkan melalui Start Menu, pilih Control Panel pilih International Setting atau Regional & language Options dilanjutkan dengan mengklik tab Date & Currency atau Regional Options.

Gambar 2 - Control Panel , Regional & language Options   


              Gambar 3 - Date & Time Properties





Sumber :
-www.ytdstart.com/s/?q=software-&src=defsearch&provider=bing&provider_name=bing&provider_code=Z109&partner_id=687&product_id=659&affiliate_id=&channel=&toolbar_id=203&toolbar_version=2.1.0&install_country=US&install_date=20110602&user_guid=33270E69489B436D8BF2D0A258B153A4&machine_id=f945afe1441738309beacaead6604112&browser=CR&os=win&os_version=5.1-x86-SP2

Minggu, 13 November 2011

SOX (Sarbanes Oxliy Act)


3.1              3.4   Jelaskan SOX (Sarbanes Oxliy Act) dan kaitannya dengan SPI!
Jawaban:
SOX (Sarbanes Oxliy Act) atau dapat juga disebut SOA atau SarbOx, bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan investor pasca skandal akuntansi dan kebangkrutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika.
Dari nama panjangnya dapat disimpulkan bahwa Sox merupakan ketentuan perundangan yang merombak ketentuan-ketentuan di bidang akuntansi. perombakan atau penataan kembali ini dimaksudkan (sebagaimana lazimnya ketentuan pasar modal) untuk melindungi penanam modal. Sox dirancang untuk mencegah terulangnya sekandal keuangan yang dilakukan Enron, Tyco, Worldcom, Adelphia, dan lain sebagainya.
Undang-undang tersebut diprakarsai oleh Senator Paul Sarbanes (Maryland) dan Representative Michael Oxley (Ohio). Undang-undang ini diterbitkan sebagai jawaban dari Kongres Amerika Serikat terhadap berbagai skandal pada beberapa korporasi besar seperti: Enron dan kemudian diikuti oleh WorIdCom, Qwest, Tyco, HeaIthSouth dan lain-lain, yang juga melibatkan beberapa Kantor Akuntan Publik (KAP) yang termasuk dalam kelompok lima besar "the big five" seperti: Arthur Andersen, PWC, dan KPMG.
Dengan diberlakukannya undang-undang Sarbanes Oxley 2002 yang ditandatangani oleh Presiden George Walker Bush pada 30 Juli 2002 diharapkan dapat membawa dampak positif bagi berbagai profesi, antara lain : akuntan publik bersertifikat (CPA); kantor akuntan publik (KAP); perusahaan yang memperdagangkan sahamnya (listed di bursa US (termasuk direksi, komisaris, karyawan, dan pemegang saham); perantara (broker); penyalur (dealer); pengacara yang berpraktik untuk perusahaan publik; investor perbankan serta para analis keuangan.
Dengan adanya undang-undang SOX (Sarbanes Oxley Act) ini, Pemerintah dapat mengatur perusahaan melalui berbagai cara, baik melalui pembentukan undang-undang maupun berbagai peraturan pelaksanaan lainnya.
Pemerintah melakukan regulasi dengan tujuan agar terjadi persaingan yang sehat diantara pelaku usaha. Selain itu juga untuk menyeleraskan ketidakseimbangan kekuatan diantara pelaku usaha, konsumen secara individu, dan masyarakat pada umumnya.
Masyarakat baik dalam arti individu maupun kelompok sangat membutuhkan adanya suatu lembaga yang mengatur dan melindungi kepentingan mereka terutama terhadap barang/jasa publik.
Tujuan dari adanya pengaturan tersebut adalah berkaitan dengan 5 (lima) hal sebagai berikut :
1. Mengatur persaingan (regulate competition)
2. Melindungi konsumen (protect consumers)
3. Mendorong keadilan dan keselamatan (promote equity and safety)

Sumber :

Elemen Struktur Pengendalian Intern


3.1               3.3  Sebutkan & Jelaskan elemen struktur pengendalian intern!
Jawaban:
Ada 5 elemen yang berpengaruh dalam struktur pengendalian intern, yaitu:
1.Lingkungan Pengendalian,yaitu yang berada dalam suatu organisasi yang menekankan pada berbagai macam faktor yang tentunya mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian
2.Sistem Akuntansi,yaitu metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan tentang informasi keuangan yang disediakan bagi suatu perusahaan.
3.Prosedur Pengendalian,yaitu prosedur yang ditetapkan untuk menstandarisasikan proses kerja sehingga menjamin tercapainya suatu tujuan perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan dan kesalahan.
4. Pemantauan,yaitu sistem pengendalian intern yang memantau/memonitoring kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat di monitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi.
Penilaian secara khusus biasanya dilakukan secara berkala saat terjadi perubahan pokok dalam strategi manajemen senior, struktur korporasi atau kegiatan usaha. Pada perusahaan besar, auditor internal adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan sistem pengendalian intern. Auditor independen juga sering melakukan penilaian atas pengendalian intern sebagai bagian dari audit atas laporan keuangan.
5. Informasi dan Komunikasi, merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan.
Informasi juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dapat menggunakan informasi jenis ini untuk menilai standar eksternal. Hukum, peristiwa dan kondisi yang berpengaruh pada pengambilan keputusan dan pelaporan eksternal.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern#Elemen-elemen_Pengendalian_Intern

Sabtu, 12 November 2011

Struktur Pengendalian Intern

3.1               3.2  Jelaskan Struktur Pengendalian Intern!
Jawaban:
Struktur Pengendalian Intern adalah rencana, metoda, prosedur, dan kebijakan yang didesain oleh manajemen untuk memberi jaminan yang memadai atas tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional suatu perusahaan, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan terhadap aset perusahaan, ketaatan/kepatuhan terhadap undang-undang, kebijakan dan peraturan lain.
Tujuan Pengendalian tersebut sangat sulit dicapai karena:
- Perubahan-perubahan sangat cepat yang dihadapi perusahaan modern.
- Risiko-risiko yang semakin banyak dihadapi suatu entitas.
- Penggunaan teknologi komputer yang membutuhkan pengendalian tambahan dalam struktur
  pengendaliannya.
- Faktor-faktor manusia, dimana pengendalian diterapkan melalui manusia.

Pengendalian intern dirancang untuk:
- Keefektifan dan efisiensi dari operasi.
- Keandalan pelaporan keuangan.
- Ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
- Menjaga kekayaan suatu organisasi.


Sumber : http://ferrylaurensius.files.wordpress.com/2009/07/gabung-sia-11.ppt

Eksposur

3.1  Jelaskan Eksposur, beri contoh!
Jawaban :
Eksposur adalah obyek yang rentan terhadap risiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila risiko yang diprediksikan benar-benar terjadi. Contoh dari Eksposur adalah : yang paling umum pada bidang keuangan; laba,harga saham,pertumbuhan penjualan.

Sumber :